JAMBI - Komponen WALHI Jambi melakukan aksi kampanye di Jembatan Pedesterian Gentala Arasy Jambi terkait industri batubara di Provinsi Jambi, Minggu (18/8).
Aksi kampanye ini dilakukan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali kepada rakyat Provinsi Jambi akan buruknya pengelolaan dan betapa berbahayanya industri batubara di Provinsi Jambi.
Aksi kampanye ini sekaligus merayakan momentum perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia yang mana masih banyak rakyat Provinsi Jambi yang hak atas lingkungan yang baik dan sehatnya dirampas oleh aktivitas industri eksraktif.
Eksekutif Daerah WALHI Jambi beserta 11 anggota Lembaga yang terdiri dari Perkumpulan Hijau, Yayasan Keadilan Rakyat, Inspera, Beranda Perempuan, WALESTRA, Lembaga Tiga Beradik, KPKA Rimba Negeri, Gita Buana Club, Gema Cipta Persada, Himapastik dan G-Cita menyoroti beberapa permasalahan dan dampak industri batubara.
Komponen WALHI Jambi melihat, dampak dari industri batubara akan mengganggu aspek Ekologi, Ekonomi dan Sosial Budaya rakyat Jambi.
Pada aspek ekologi, industri batubara merusak bentang alam, hilangnya keanekaragaman hayati dan mengakibatkan emisi karbon.
Di aspek ekonomi, aktifitas industri batu bara berdampak kepada terancam hilangnya pendapatan masyarakat dan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat yang berkebun dan beraktifitas di sekitar industri batubara.
Sedangkan pada aspek sosial budaya, industri batubara mengganggu cagar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi berupa komplek percandian.
Selain itu, industri batubara merampas ruang hidup masyarakat dan berkonflik dengan kelompok Orang Rimba.
Selain menyoroti dampak aktifitas pertambangan batubara, Komponen WALHI Jambi juga menilik proses pengangkutan atau transportasi batu bara hingga sampai di PLTU sebagai bahan baku energi Listrik utama yang diandalkan oleh pemerintah.
Kebijakan Pengangkutan batubara melalui Sungai yang dilakukan oleh Pemprov Jambi menyisakan permasalahan bagi ekosistem Sungai dan masyarakat di sekitar Sungai. Kemudian, PLTU yang menjadi sumber energi utama Provinsi Jambi mengakibatkan rusak dan menurunnya kualitas hidup masyarakat yang hidup di sekitar PLTU
Memperhatikan banyaknya permasalahan yang ditimbulkan dari proses industri batu bara dari hulu hingga hilirnya, Komponen WALHI Jambi sebagai organisasi advokasi dan kampanye lingkungan hidup menolak segala bentuk aktifitas industri yang merusak lingkungan, merubah bentuk bentang alam dan mengancam keselamatan rakyat.
Pemerintah harus lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan rakyat serta alam dari investasi pengelolaan sumber daya alam dan kepentingan modal. Sudah saatnya pengelolaan sumber daya alam melibatkan peran masyarakat secara menyeluruh.
Harus ada kajian yang kuat terhadap ancaman yang ditimbulkan pengelolaan sumber daya alam (termasuk tambang batubara) yang berada dalam kawasan hutan lindung, konservasi, kawasan percandian dan PLTU yang dekat dengan pemukiman masyarakat.
Batubara merupakan ancaman bagi kita dan generasi selanjutnya, Pemerintah jangan justru menjadi sponsor atas rusaknya lingkungan hidup dan terancamnya keselamatan rakyat di Provinsi Jambi sehingga rakyat benar-benar merasakan kemerdekaan.(*)
Editor: Dodi Saputra
Sumber: Rilis Komponen WALHI Jambi